Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab MRKH. Kondisinya yang langka membuat hanya sedikit penelitian yang mempelajari hal tersebut. Namun National Institutes of Health menjelaskan kelainan reproduksi muncul karena perkembangan duktus Mullerii yang tidak sempurna.
(Baca: 5 Zodiak Paling Royal ke Pasangan, Minta Apa Saja Pasti Dibeliin)
Duktus Mullerii adalah struktur dalam embrio yang biasanya berkembang menjadi komponen yang membentuk sistem reproduksi normal, seperti rahim, leher rahim, dan bagian atas Miss V. Penyebab perkembangan tidak sempurna tidak diketahui, tapi beberapa penelitian mengklaim itu berasal dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Kebanyakan perempuan tidak akan menyadari dirinya memiliki MRKH sampai masa remaja akhir. Sebab mereka tidak kunjung mendapatkan menstruasi. Untuk diagnosis juga memerlukan serangkaian tes seperti ultrasound dan/atau scan MRI. Sementara itu, belum ada obat untuk mencegah kondisi ini.
Namun seiring perkembangan dan terobosan ilmu pengetahuan, ada harapan perempuan dengan MRKH untuk memiliki anak. Salah satunya dengan transplantasi rahim. Cara ini telah berhasil dilakukan di Swedia. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Independent, Jumat (21/12/2018).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.