Awal Susilowati tahu terkena penyakit ini karena sakit perut seperti maag yang ia juga derita. Kemudian suhu tubuhnya meningkat, dan memuntahkan makanan atau minuman apa saja. Setelah menemui dokter, ia melakukan pengecekan USG dan CT-scan, keesokannya barulah dilakukan tindakan operasi.
Operasi tersebut mengakibatkan sedikit bagian ususnya harus dipotong agar risiko kanker tidak menyebar dan disambung kembali agar bersih. Sang dokter juga mengharuskan ia agar menjalani kemoterapi selama enam kali. “Agar lebih pure,” katanya.

Sebelum menjalani terapi tersebut, menurutnya harus melalui berbagai pengecekan, seperti kadar hemoglobin yang harus dalam kondisi normal.