Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wanita Ini Dibayar Rp1 Juta per Jam untuk Peluk Klien

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 12 Desember 2018 |21:01 WIB
Wanita Ini Dibayar Rp1 Juta per Jam untuk Peluk Klien
Janet si pemeluk profesional (Foto: Thesun)
A
A
A

“Saya memberikan banyak tekanan pada suami untuk merawat saya. Tapi saya menyadari bahwa yang bertanggung jawab atas seksualitas adalah diri saya sendiri. Saya melakukan beberapa lokakarya seksualitas dan ingin berbuat lebih banyak agar orang berbicara tentang seksualitas. Saya membuat pertemuan di mana orang bisa mendiskusikan arti seksualitas bagi dirinya,” tambahnya.

Keinginan barunya tersebut telah menyebabkan kehancuran pernikahan Janet. Ia akhirnya memutuskan untuk berpisah karena adanya perbedaan keinginan. Di tempat kerjanya yang baru, Janet bertemu dengan dua pemeluk profesional. Dengan segera ia tertarik dan mendaftar ke pelatihan online melalui situs web.

Ia belajar tentang posisi berpelukan, dan bagaimana membuat klien merasa nyaman dan tetap aman. Ia menyelesaikan pelatihannya dalam waktu dua hari dan segera membuka praktik di rumahnya sendiri. Ia menggunakan berbagai tempat yang berbeda untuk dipeluk.

Dimulai dari sesi pertama menggunakan tikar di lantai, sebelum naik ke sofa dan kasur. Sejak saat itu Janet mulai giat menjalani pekerjaan tersebut. Kini ia telah membuka jasa peluk penuh waktu.

“Saya berbicara dengan semua kliennya memalui telepon terlebih dahulu dan mencoba mencari tahu apa kebutuhan mereka. Saya hanya mencoba untuk memastikan bahwa mereka mengerti tentang apa dan kami berada di posisi yang sama di mana saya merasa aman,” tutup Janet.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement