6. Demam berdarah
Malaria bukan satu-satunya penyakit yang dapat disebabkan oleh nyamuk selama musim hujan. Ada demam berdarah yang akibatnya bisa berujung fatal. Penyebabnya adalah nyamuk Aedes aegypti yang mentransfer virus ke aliran darah melalui gigitan. Gejala penyakit ini antara lain rasa sakit yang ekstrem pada sendi dan otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kelemahan, sakit kepala, demam, dan bahkan pendarahan haemorrhagic.
7. Influenza
Penyakit umum lainnya yang membawa masalah kesehatan di musim hujan adalah pilek dan batuk yang dapat berkembang menjadi influenza. Penyebab dari penyakit ini adalah virus yang sangat menular dan menyebar dengan cepat melalui udara. Virus ini memasuki tubuh melalui hidung dan tenggorokan lalu memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Gejalanya adalah hidung berair, nyeri tubuh, tenggorokan yang terganggu, dan demam.

8. Hepatitis A
Ini adalah penyakit serius dan berbahaya yang dapat menular melalui air. Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang hati. Air dan makanan yang tidak bersih memungkinkan virus hepatitis A berkembang. Gejala dari penyakit ini adalah peradangan substansial pada hati, mata dan kulit yang terlihat kuning, sakit perut, muntah, kehilangan nafsu makan, diare, dan kelelahan.
Baca Juga: Demi Jaga Tradisi, Wisata ke Air Terjun Bertingkat Ini Harus Seizin Adat Desa
9. Leptospirosis
Penyakit ini terjadi pada orang-orang yang secara teratur bersentuhan dengan air yang tercemar di musim hujan. Leptospirosis atau sindrom Weil disebabkan oleh kontak dengan air dan tanah yang terkontaminasi atau bahkan tercampur dengan urin hewan yang mengalami infeksi. Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air, luka kecil di kulit, hidung, atau mata. Gejalanya antara lain sakit kepala, nyeri tubuh, demam, menggigil dan kaku di leher, serta radang otak dan perut.
10. Scabies
Di musim hujan, infeksi kulit juga mungkin terjadi. Salah satunya scabies yang dapat menginfeksi bayi dan menyebabkan iritasi ruam di seluruh tubuh. Penyebabnya adalah tungau parasit yang berukuran kecil dan tumbuh subur di daerah hangat dan lembab seperti ketiak, lipatan kulit, siku, alat kelamin, serta kulit kepala. Penyakit ini menular dan dapat menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit. Gejala penyakit meliputi ruam merah dengan tonjolan dan lepuhan berisi air serta Ada garis-garis coklat atau perak di daerah-daerah yang menunjukkan tungau masuk ke kulit.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.