Soal-soal psikotes yang beredar di luaran dapat memengaruhi cara peserta tes menjawab pertanyaan. Tak sedikit yang terpaku dengan arahan yang diberikan. Ketika menjawab, hal itu dapat membuat karakteristik yang sebenarnya dari peserta tidak terlihat.
(Baca Juga:Hasil Studi Sebut Pasangan yang Suka Celamitan 'Colong' Makanan Lebih Awet Loh!)
"Nah itu justru malah merugikan kandidat, jadi penilaiannya turun karena dia tidak konsisten. Gambaran kepribadiannya jadi beda-beda dari masing-masing alat tes. Orang yang seperti ini malah secara klinis justru berarti bahwa dia orang bermasalah," terang Arrundina.
Hal itulah yang membuat pihak perusahaan tidak mau merekrut peserta. "Ya siapa yang mau meng-hire orang bermasalah? Enggak ada 'kan? Makanya itu melihat soal psikotes jadi merugikan diri sendiri," imbuh Arrundina.
Pada akhirnya dia menyarankan agar peserta tes yakin dan percaya pada kemampuan diri sendiri. "Kita semua punya potensinya masing-masing kok. Tinggal cari di mana tempat untuk bisa nyalurin potensi itu," pungkas Arrundina.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.