
Fobia dan sering cemas
Menurut teori perkembangan Swiss, Jean Piaget, perkembangan kognitif didasarkan pada skema atau cara memahami sesuatu. Ketika tumbuh dan belajar, skema mereka berubah. Banyak anak dan remaja belum siap untuk menempatkan film horor dalam perspektif., yang menyebabkan mereka gelisah atau menderita fobia. Mereka juga belum bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan.
Baca Juga: Pengidap HIV Bisa Hidup Lebih Panjang daripada Orang yang Negatif HIV
Katarsis simbolik
Meskipun tersisa risiko efek negatifnya, film horor juga memiliki peran penting dalam proses perkembangan anak. Efek jangka panjang menonton film horor bagi anak bisa berdampak pada pola pikirnya. Sebab, anak-anak masih ingin terus mengeksplorasi diri mereka terhadap apa yang ditonton.