BERAPA banyak masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan seks yang komprehensif sejak dini? Minimnya pengetahuan mengenai kesehatan seksual dan reproduksi menyebabkan banyak masyarakat yang beranggapan bahwa hal yang berhubungan dengan seksualitas adalah hal yang tabu.
Padahal kurangnya pendidikan seks sejak dini akan membuat anak yang memasuki usia pubertas cenderung mencari informasi dari tempat -tempat yang kurang tepat, misalnya di internet. Hal ini malah akan memungkinkan anak melakukan perilaku seks beresiko dan menyebakan Infeksi Menular Seksual (IMS) atau HIV/AIDS.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2017 menyatakan bahwa hanya 20 persen remaja berusia 15 -24 tahun yang mengetahui informasi tentang HIV. Ketika berbicara mengenai pentingnya pendidikan kesehatan seksualitas hal itu tidak selalu membahas tentang seks. Banyak orang yang mengira seksualitas itu sama dengan seks, sebenarnya anggapan- anggapan ini tidaklah benar.
“Yang perlu saya highlight adalah ketika kita berbicara pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas itu tidak semata-mata berbicara tentang bagaimana berhubungan seks, itu salah banget kalau berpikirnya ke sana,” ujar Amalah Rahmah, Country Representative Rutgers WPF Indonesia, saat dijumpai Okezone di acara konferensi pers “ #AkuDewasa : Aku Tanggung Jawab” pada Kamis 29 November 2018.