Menurut pengakuan Kamidi, selaku Ketua BPSMAMS Jolotundo, sebelum dicanangkannya program Water Credit, masyarakat setempat harus menempuh jarak 5 – 20 km hanya untuk mendapatkan air bersih dari mata air Jolutundo.
“Kalau dari dessa saya jaraknya kurang lebih hampir 2 km. Tapi penduduk di desa lain harus menempuh jarak hingga 20 km. Sebelum ada program ini, beberapa penduduk juga sering terjangkit sejumlah penyakit seperti diare, karena wilayah kami dekat dengan hutan. Jadi banyak yang buang airnya sembarangan. Sekarang karena pasokan air bersih sudah memadai, dibuatlah jamban khusus,” tutur Kamidi.
Dalam kesempatan yang sama, Karyanto Wibowo, selaku Sustainable Development Director Danone-Indonesia berharap bahwa program tersebut dapat mendukung tercapainya target SDGs di 2030.
“Kami mendukung inovasi dan inisiatif yang baik untuk mencapai akses air bersih dan sanitasi yang baik melalui cara yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” tukas Karyanto.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.