BAGI Anda yang pernah berkunjung ke hotel bintang lima, pasti akan merasakan pelayanan dan fasilitas yang sangat mewah. Mulai dari keramahan, fasilitas yang lengkap hingga kebersihan berbagai benda yang diberikan kepada para pelanggannya.
Namun, fakta kebersihan yang disuguhkan oleh hotel bintang lima ternyata wajib dipertanyakan. Pasalnya, tidak semua hotel memenuhi standar kebersihan, terutama pada peralatan makan yang akan diberikan kepada pelanggannya.
Belum lama ini, lebih dari selusin hotel bintang lima di China telah mendapat serangan dari masyarakat setelah seseorang menemukan praktik tidak bersih yang dilakukan oleh pegawai hotel. Informasi ini berasal dari sebuah video yang diunggah seorang blogger yang memfilmkan beberap staf melalui kamera tersembunyi.
Rekaman tersebut diambil ketika mereka sedang menjalankan tugasnya untuk "membersihkan" peralatan makan yang digunakan para tamu. Sekiranya 14 hotel yang terekspos, tujuh diantaranya berada di Shanghai yang telah lama dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di China.
Hotel-hotel yang tercatat adalah Le Royal Méridien Shanghai, Mandarin Oriental Pudong, Waldorf Astoria Shanghai, Bulgari Hotel Shanghai, Four Seasons Shanghai, Ritz-Carlton Shanghai, dan The PuLi Hotel and Spa, Shanghaiist.
Dalam sebuah video, praktik menjijikkan ini terjadi di balik harga akomodasi yang mahal dari sebuah hotel. Bulgari Hotel contohnya, dimana harga yang ditetapkan adalah sebesate 648 USD atau setara Rp9,4 juta semalam. Seorang pekerja terlihat melepas tutup gelas plastik bekas dari tempat sampah, mengelapnya dengan kaus dan meletakkannya kembali di cangkir.
Sama halnya dengan seorang pekerja di Four Seasons, yang berharga 288 USD atau sekira Rp4,2 juta semalam, menggunakan spons yang sama untuk membersihkan wastafel, gelas, dan pintu kaca di kamar mandi.
Sementara, praktik buruk juga terlihat di Ritz-Carlton, dengan biaya 432 USD sekira Rp6,3 juta semalam, salah satu pekerja menggunakan handuk yang sama untuk membersihkan wastafel dan beberapa cangkir.
Setelah video tersebut viral, sejumlah hotel mengeluarkan pernyataan untuk meminta maaf. Banyak yang dipaksa untuk menunjukkan bahwa mereka menghargai kebersihan.
Meski demikian, permintaan maaf saja tidak cukup bagi otoritas pariwisata. Mereka mengumumkan di Shanghai akan ada inspeksi akan dilakukan di hotel-hotel bermasalah. Hukuman akan dikenakan saat praktik tersebut dikonfirmasi.
Video itu secara alami telah beredar di media sosial Tiongkok, dengan banyak yang orang yang mengklaim bahwa hotel-hotel mewah ini melakukan kepada para pelanggan.
"Ini terjadi sepanjang waktu tetapi pihak berwenang tidak menganggap ini serius." “Apa yang sebenarnya bisa dilakukan? Ini selalu terjadi. Pada akhirnya, masalah ini tidak akan terpecahkan, dan hotel-hotel ini hanya akan mengingat blogger yang mengekspos mereka,” tutur salah satu pengguna Weibo, melansir dari Next Shark, Senin (19/11/2018).
“Akan lebih baik untuk melatih sel darah putih Anda, karena ini mustahil untuk dicegah. Itu satu hal yang lalai dalam manajemen. Ini menunjukkan bahwa profesionalisme pekerja di sini terlalu buruk. Sebuah hotel terlihat bersih, tetapi sebenarnya jauh lebih kotor dari yang Anda pikirkan. Rumah sakit terlihat kotor, tetapi sebenarnya jauh lebih bersih dari yang Anda kira,” tuntasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.