"Inilah yang sangat penting dengan program young inovator, semua riset diharapkan mampu bisa menghasilkan produk inovasi lainnya. Riset harus mendapatkan hasil yang benar-benar bermanfaat dan berkembang dengan baik. Saya mengapresiasi setinggi tingginya program ini," papar Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dalam acara Konferensi Pers Novartis Young Innovators’ Camp (NYIC), di Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Tidak hanya meneliti dan berinovasi, dalam pemaparannya, Mohamad Nasir berkali-kali mengingatkan pada inovator muda yang terpilih untuk melakukan diskusi selama tiga hari, agar melakukan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, selama ini para peneliti hanya melakukan penelitian yang cenderung hanya disukai atau diingini saja, belum tentu dibutuhkan.
"Kaitan masalah riset kedepan, selama ini peneliti cenderung meneliti hanya sesuai keinginan. Sekarang bagaimana penelitian diharapkan sesuai dengan kebutuhan, jadi penelitian diarahkan pada target, bidang farmasi yang penting di bidang kesehatan," imbuhnya.
Mohamad Nasir melanjutkan, proses di dalamnya ada perencanaan riset nasional. Obat-obatan terkait dengan kesehatan sangat penting untuk diteliti. Inovasi di bidang farmasi pun dianggap sangat penting, maka Kementerian Ristek dan Teknologi mengawal semua itu.