Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Pejamkan Mata saat Berciuman? Ini Penjelasannya

Lifia Mawaddah Putri , Jurnalis-Sabtu, 27 Oktober 2018 |20:15 WIB
Mengapa Pejamkan Mata saat Berciuman? Ini Penjelasannya
Saat berciuman mengapa memejamkan mata (Foto:Bustle)
A
A
A

(Baca Juga: 7 Perhiasan Mendiang Putri Diana yang Diwariskan ke Kate Middleton & Meghan Markle)

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara peserta dilengkapi dengan sebuah perangkat kecil yang memancarkan getaran halus di tangan mereka. Sementara mereka mengenakan alat tersebut, mereka lalu diberi tugas visual dan mental untuk mencari sebuah surat. Para peserta melaporkan bahwa ketika mereka sedang mencari surat, getarannya terasa kurang jelas. Dan ketika mereka menutup mata mereka, getaran di tangan mereka terasa jauh lebih signifikan.

Jadi, penelitian yang dilakukan Dalton dan Murphy ini terbukti bahwa otak dapat lebih menghargai rangsangan fisik ketika tidak memecahnya dengan rangsangan visual. Jadi, berciuman dengan mata terpejam dapat memberikan kesempatan untuk bergerak ke arah hubungan seksual dengan menjaga pasangan tetap fokus dan memungkinkan mereka membangun momen dengan ciuman. Karena dengan menutup mata, ciuman tersebut akan membuat keduanya merasa lebih bergairah.

Ciuman dengan memejamkan mata menunjukkan dan mengintensifkan keintiman dari hubungan antar keduanya. Jadi, mungkin apabila Anda tetap membuka mata saat berciuman dengan pasangan, hal ini mungkin akan berbeda sensasinya dengan saat memejamkan mata. Karena dengan membuka mata saat berciuman, fokus Anda akan terpecah ke arah lain dan bukan pada ciuman tersebut. Jika Anda tidak terfokus dengan ciuman tersebut, tentu Anda tidak dapat menikmatinya dan tidak merasa bergairah.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement