Diceritakan bahwa pasangan ini melakukan perjalanan backpacker dari London ke Sri Langka dalam kurun waktu 3 minggu. Ditemani seorang translater, pasangan ini memilih cottage pinggir pantai untuk bulan madu.
Pada suatu malam, mereka berniat untuk minum alkohol untuk menghangatkan tubuh. Habislah 12 botol alkohol di satu malam itu. Alhasil, pikiran mereka ngawur dan kejadian gila itu terjadi.
Tidak tahu bagaimana, yang jelas mereka berdua kemudian menandatangi kontrak kepemilikan hotel selama 3 tahun ke depan dengan biaya sewa seharga $ 39,576 atau sekitar Rp 603 juta!
"Setelah mengetahui bahwa kita mengeluarkan uang Rp201 juta dalam setahun, kami merasa itu murah dan kami setuju. Ini terjadi saat kami mabuk, sangat mabuk," kata Lyons dikutip Okezone dari New York Post.
Karena pemilik hotel tidak bisa berbahasa Inggris dengan cukup fasih, alhasil kami menyerahkan semuanya pada teman kami. "Saya dan suami saya tetap asyik dengan botol alkohol dan kami percaya dengan teman kami," terang Lyons.
Setelah perdebatan yang dilakukan teman dan si pemilik hotel, teman Lyons menjelaskan bahwa pasangan itu sepakat membeli hotel tempat mereka berbulan madu dalam kontrak 3 tahun penuh.