Tidak hanya itu, dia juga menginvestasikan sebagian kekayaannya di startup Eropa seperti di Gobi and Key Bulter, yang mana perusahaan ini bergerak di jasa informasi terkoneksi Airbnb.
Di sisi lain, Gustav menjelaskan bahwa orangtuanya sempat menyesal telah memberikan sebagian besar saham keluarganya pada dia di usianya yang masih muda.
"Mereka menjelaskan kepada saya bahwa seharusnya mereka mengambil waktu lebih lama untuk memikirkan hal tersebut," kata Gustav menjelaskan apa yang dicurhati ayahnya.
"Hal ini yang kemudian membuat banyak orang terfokus pada diri saya dan kekayaan ini. Itu sangat aneh pada awalnya dan sempat membuat saya gugup tentang apa yang dipikirkan orang-orang," tambahnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.