Para penari tampil sangat kompak. Karakter khas masyarakat NTT begitu nampak. Hembusan angin dingin menepis teriknya matahari. Para penari tetap bersemangat meliuk-liuk di tengah hamparan savana yang berbukit-bukit.
“Itu tentu sesuatu yang membanggakan buat kita. Bahwa seni budaya NTT, khususnya tarian Likurai, masuk dalam dua agenda besar sekaligus. Yakni Indonesiana dari Kemendikbud dan Top 100 Wonderful Event Kemenpar," terang Bupati Willybrodus.
Tarian Likurai adalah sebuah tarian perang khas dari masyarakat pulau Timor. Khususnya di Kabupaten Belu yang menceritakan perjuangan masyarakat setempat mengusir penjajah saat jaman penjajahan. Namun kali ini, dikemas secara modern dan penuh drama.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik inisiatif dari pemerintah daerah Belu. Karena menjadikan Festival Likurai Timor sebagai acara lintas batas. Menurutnya atraksi deperti ini yang akan menarik wisman Timor Leste masuk ke Indonesia.
“Kunci untuk menarik negara tetangga terletak pada seni dan budaya, musik dan kuliner. Dan, festival ini sangat diminati wisman Timor Leste. Karena memiliki kesamaan budaya," ujar Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menambahkan, orang-orang dari Timor Leste dapat mengajukan permohonan visa bebas untuk memasuki Indonesia. Bahkan menggunakan mata uang mereka sendiri untuk berbelanja di sini.