PENGRAJIN batik Lasem dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mulai mengembangkan produk batik tulis dengan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Seorang perajin batik Lasem, Sugiarto mengatakan, produk batik tulis Lasem sejak setahun terakhir mulai menggunakan pewarna alami.
"Sebelumnya kami menggunakan pewarna kimia. Pewarna alami yang kami gunakan berasal dari akar-akaran seperti akar mengkudu dan batang mahoni," katanya. Batik yang diproduksi perajin di desa Lasem adalah batik tulis. Proses pengerjaannya memakan waktu cukup lama sekitar satu bulan, mulai dari pembuatan pola hingga menjadi kain batik siap pakai.
BACA JUGA:
Tren Mistik, Pria-Pria di Thailand Mengecat Kuku untuk Hindari Serangan Hantu Janda
Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp6 juta. "Tergantung motif. Semakin rumit motifnya, semakin mahal," katanya. Motif sekar jagad merupakan motif khas batik Lasem. Namun untuk memenuhi permintaan pelanggan, perajin juga membuat modifikasi motif batik.