ANDA mungkin telah mendengar berbagai macam klaim tentang kesehatan yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi air alkali. Ada yang mengatakan bahwa air tersebut dapat membantu memperlambat proses penuaan, mengatur tingkat pH tubuh, dan mencegah penyakit kronis seperti kanker. Namun, apakah semua itu benar?
Dilansir dari Healthline, Jum’at (28/9/2018), ‘Alkalin’ dalam air alkali mengacu pada tingkat pH-nya. Tingkat pH adalah angka yang mengukur seberapa asam atau basa suatu zat dalam skala 0 hingga 14. Misalnya, sesuatu dengan pH 1 akan sangat asam dan sesuatu dengan pH 13 akan sangat basa.
Air alkali sendiri memiliki tingkat pH yang lebih tinggi daripada air minum biasa. Karena itu, air alkali dipercaya dapat menetralisir asam dalam tubuh Anda. Air normal umumnya memiliki pH netral 7. Sedangkan air alkali biasanya memiliki pH 8 atau 9. Namun, pH saja tidak cukup untuk memberikan alkalinitas substansial terhadap air.
Diundang ke Istana Merdeka, Agnez Mo Lahap Santap Tumis Pepaya & Bakwan Jagung
Air alkali juga harus mengandung mineral alkali dan potensi reduksi oksidasi negatif (ORP). ORP adalah kemampuan air untuk bertindak sebagai antioksidan. Semakin negatif nilai ORP, semakin banyak antioksidannya.
Air alkali memang masih agak kontroversial karena banyak ahli yang masih kurang yakin dengan air ini. Namun, beberapa penelitian ada yang menyarankan air alkali untuk menggunakan air alkali dalam kondisi tertentu. Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa meminum air ini dengan pH 8,8 dapat membantu menonaktifkan pepsin, enzim utama yang menyebabkan refluks asam.