"Ini sangat baik sekali, karena budaya dan seni tradisional ditonjolkan di acara ini. Tentu dengan begini, anak-anak akan mengenal budaya dan kesenian tradisional. Ini akan memelihara seni dan budaya kita, di tengah masuknya budaya-budaya luar. Dengan begini juga, budaya kita tidak mudah diklaim oleh negara lain," terangnya.
Apresiasi juga datang dari Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Raseno Arya. Dengan melibatkan anak-anak sebagai peserta lomba kesenian dan budaya tradisional, merupakan wujud menjaga dan memelihara budaya.
"Bagus sekali ya, apalagi ini kan pesertanya anak-anak. Artinya, ini memperkenalkan mereka dengan budaya dan seni tradisional. Seperti ini berarti menjaga budaya dan kesenian tradisional itu sendiri," ucap Raseno Arya yang juga merupakan Koordinator Calender of Event Kementerian Pariwisata.
Festival Lawang Kota Tua berlangsung dari 27 sampai 29 September 2018 di Pujasera Lawang. Beragam acara memeriahkan acara ini, mulai dari lomba tari tradisional, lomba memasak panganan tempo dulu, dan lomba fashion show. Selain itu, ratusan stan UMKM berkumpul di tempat ini, mulai dari penjual jajanan lama di antaranya tiwul dan getuk, hingga makanan masa kini.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.