Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lomba Tari Tradisional Awali Festival Lawang Kota Tua di Malang

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Kamis, 27 September 2018 |14:57 WIB
Lomba Tari Tradisional Awali Festival Lawang Kota Tua di Malang
Festival Lawang Kota Tua Malang (Foto: Risna Nur Rahayu/Okezone)
A
A
A

MALANG - Lomba tari tradisional mengawali Festival Lawang Kota Tua di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Peserta lomba merupakan anak-anak sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA.

Tari yang dilombakan yakni tari Bopang gerebek Saberang. Para peserta lomba dinilai oleh empat juri yang punya banyak pengalaman di bidang seni dan budaya.

Berdasarkan pantauan Okezone pada Kamis (27/9/2018), anak-anak peserta lomba disertai dengan pakaian tradisional. Pada lomba ini, para peserta keseluruhannya mengenakan topeng. Ada 14 peserta lomba yang terbagi kelompok, yang diisi masing-masing lima penari.

Di panggung utama berukuran sekira 6x4 meter, para peserta berlenggak lenggok mengikuti alunan musik. Tak jarang, tepuk tangan penonton mengiringi tarian peserta yang dianggap kompak.

Usai menampilkan gerakan tari, masing-masing peserta akan mendapat komentar dari dewan juri. Ada yang mendapat apresiasi, ada pula yang dianggap perlu berlatih lagi agar tampil baik saat menari di panggung. Pemenang lomba akan diumumkan di akhir festival pada Sabtu 27 September mendatang.

Festival Lawang Kota Tua mendapat apresiasi dari salah satu dewan juri, Agung Sandi Prajudowati. Menurutnya, acara ini baik dapat menjaga budaya dan kesenian tradisional yang saat ini mulai punah. Pemilik sanggar tari ini berharap acara serupa rutin digelar tiap tahun.

"Ini sangat baik sekali, karena budaya dan seni tradisional ditonjolkan di acara ini. Tentu dengan begini, anak-anak akan mengenal budaya dan kesenian tradisional. Ini akan memelihara seni dan budaya kita, di tengah masuknya budaya-budaya luar. Dengan begini juga, budaya kita tidak mudah diklaim oleh negara lain," terangnya.

Apresiasi juga datang dari Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Raseno Arya. Dengan melibatkan anak-anak sebagai peserta lomba kesenian dan budaya tradisional, merupakan wujud menjaga dan memelihara budaya.

"Bagus sekali ya, apalagi ini kan pesertanya anak-anak. Artinya, ini memperkenalkan mereka dengan budaya dan seni tradisional. Seperti ini berarti menjaga budaya dan kesenian tradisional itu sendiri," ucap Raseno Arya yang juga merupakan Koordinator Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Festival Lawang Kota Tua berlangsung dari 27 sampai 29 September 2018 di Pujasera Lawang. Beragam acara memeriahkan acara ini, mulai dari lomba tari tradisional, lomba memasak panganan tempo dulu, dan lomba fashion show. Selain itu, ratusan stan UMKM berkumpul di tempat ini, mulai dari penjual jajanan lama di antaranya tiwul dan getuk, hingga makanan masa kini.

(Hessy Trishandiani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement