Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Mengatasi Filariasis dan Cegah Penyebarannya dengan Mengonsumsi Obat sejak Dini

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 25 September 2018 |19:08 WIB
Tips Mengatasi Filariasis dan Cegah Penyebarannya dengan Mengonsumsi Obat sejak Dini
Penyakit Kaki Gajah (Foto: Liverfool)
A
A
A

PEMAHAMAN masyarakat Indonesia akan risiko penyakit menular berbahaya memang harus gencar disosialisasikan. Sebagian masyarakat Ibu kota memang telah mengerti akan risiko penyakit tersebut, namun tak sedikit masyarakat yang masih awam dan tidak mengetahui akan bahaya penyakit tersebut.

Salah satu penyakit menular berbahaya adalah filariasis atau biasa disebut kaki gajah. Beberapa wilayah di tanah air masih masuk dalam bagian daerah endemik penyebaran filariasis. Berdasarakan data yang diberikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, sulawesi dan bagian timur Indonesia masih rawan akan penyakit filariasis.

Daerah yang sebagian besar dinyatakan sebagai wilayah non endemik filariasis adalah Pulau Jawa, Bali dan sebagian wilayah selatan Sumatera. Penyebaran parasit filariasis juga berbeda beda di setiap wilayahnya.

Secara keseluruhan ada tiga macam cacing, yakni Malayi, Bancrotti dan Timori. Cacing Malayi merupakan spesies yang paling banyak dijumpai di Indonesia, penyebarannya meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sementara cacing Bancrotti hidup di seluruh Pulau Jawa dan wilayah Papua. Yang terburuk adalah daerah Timor yang terinfeksi oleh cacing Timori dan Bancrotti.

Tentunya setiap karakter cacing ini memiliki keunikan tersendiri. Cacing Malayi yang notabene terdapat di sebagian besar pulau di Indonesia akan menyerang tungkai bawah manusia. Hal inilah yang nantinya kita sebut dengan kaki gajah. Sedangkan dua tipe cacing lainnya yakni Bancrotti dan Timori akan menyerang tungkai dan alat kelamin. Tentunya hal ini akan semakin memburuk, dimana cacing-cacing penular penyakit ini menyerang organ vital manusia.

Anggota National Task Force Filariasis, Prof.Dr.Dra.Taniawati Supali menjelaskan bahwa penyakit filariasis ini akan sangat mengganggu dan menghambat aktivitas sehari-hari manusia. Seseorang akan menjadi sulit untuk bergerak dan biasanya menjadi kurang percaya diri terhadap lingkungan sekitar.

Menurutnya, jika dibiarkan semakin lama, filariasis akan menekan pembuluh darah. Akibatnya peredaran darah menjadi tidak lancar. Ia pun membagikan beberapa tips bagi para penderita penyakit filariasis/kaki gajah agar tidak merasa nyeri.

“Filariasis akan menekan pembuluh darah sehingga kaki penderita harus berada di atas atau lebih tinggi dari tubuh Anda saat tidur. Sementara jika sang penderita sedang duduk, maka kaki harus sering digerakkan agar peredaran darahnya lancar,” tegas Prof Taniawati, saat diwawancarai Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

Selain membagikan tips bagi penderita filariasis, Prof Taniawati juga menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi obat filariasis.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak takut dengan efek samping yang ditimbulkan dari obat tersebut.

“Efek samping dari mengonsumsi obat filariasis adalah muntah, demam, sakit kepala dan mengantuk. Namun, perlu Anda ketahui jika tubuh sehat maka mengonsumsi obat ini tak akan menimbulkan efek samping. Tetapi jika Anda terinfeksi filariasis maka akan menimbulkan efek samping seperti itu. Anda tak perlu khawatir, justru reaksi tersebut menandakan bahwa cacing dan parasit dalam tubuh Anda mati seketika,” tandasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement