Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai Penyebab dan Penularan Penyakit Kaki Gajah

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 25 September 2018 |15:38 WIB
Waspadai Penyebab dan Penularan Penyakit Kaki Gajah
Ilustrasi (Foto: Thehealthsite)
A
A
A

PERKEMBANGAN ilmu dan teknologi di bidang kesehatan, tak serta merta membuat masyarakat Indonesia terbebas dari serangkaian penyakit menular yang berbahaya. Salah satu penyakit yang cukup serius adalah filariasis atau biasa disebut kaki gajah.

Penyakit ini masih banyak menjangkit masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa dan daerah timur Indonesia. Jika dibiarkan penyakit ini akan sangat serius dan bisa menyebabkan cacat seumur hidup.

Sebagaimana diketahui, cara penularan filariasis dibawa oleh nyamuk. Dalam proses perkembangannya, nyamuk ini akan menginfeksi tubuh Anda dengan cacing-cacing kecil yang masuk lewat pori-pori kulit. Cacing ini masuk dan menetap di kelenjar getah bening.

Pada proses perkembangbiakannya cacing ini akan menghasilkan cacing yang berukuran lebih kecil lagi yang disebut mikrofilaria. Mikrofilaria ini akan masuk ke dalam darah.

Saat nyamuk menggigit seseorang yang menderita filariasis, maka tubuh si nyamuk akan ikut terkontaminasi cacing. Siklus inilah yang menyebabkan mewabahnya penyakit kaki gajah di Indonesia.

nyamuk

Penyakit ini memang tidak memiliki gejala yang begitu terlihat pada awalnya. Proses perkembangan penyakit ini membutuhkan waktu selama lima tahun. Penderita filariasis juga akan mengalami berbagai hal yang mengerikan.

Selain kakinya menjadi berukuran besar, beberapa cacing juga bisa menyerang alat kelamin manusia. Oleh sebab itu air seni para penderita filariasis juga akan berbeda dengan manusia normal. Air seni mereka cenderung berwarna putih menyerupai susu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan perubahan warna pada air seni disebabkan oleh reaksi cacing dalam tubuh yang merusak getah bening.

“Cacing ini tinggal dan hidup di getah bening. Getah bening itu berwarna seperti susu, jadi jika getah bening pecah maka ia akan terbawa ke dalam urine dan menghasilkan air seni putih seperti susu,” tegas Dr Jane, saat dijumpai Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement