Nah, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology menyebutkan, seorang perempuan bertambah berat badan setelah menopause, karena penurunan estrogen yang cepat.

Pemimpin studi, Djurdjica Coss, yang juga seorang profesor ilmu biomedis di Sekolah Kedokteran UCR mengatakan, dalam studi tersebut, tikus betina yang diteliti tidak menunjukkan peradangan saraf atau perubahan dalam hormon reproduksi, saat diberi diet tinggi lemak.
"Tikus yang diet tinggi lemak mengembangkan sindrom metabolik, yang mencakup diabetes tipe 2 dan insensitivitas insulin. Ini sama dengan manusia yang obesitas," kata Dr Coss.
Dia menyebutkan, laki-laki obesitas memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Maka dia dapat mengalami libido rendah, energi rendah, serta mengurangi kekuatan otot.