"Saya tertawa dengan canggung karena pada saat ini, saya pikir itu adalah hal yang baik," kata Osaki.
Memang, label memiliki vagina yang lebih ketat secara dipercaya sebagai hal yang baik oleh banyak wanita Asia.
"Jika vagina ketat adalah benar-benar hal yang baik, saya sungguh berharap saya memilikinya. Jelas seks akan lebih dihargai oleh orang lain. Banyak teman pria saya mengatakan vagina ketat sangat, sangat, sangat bagus,” tambah Que.
Zoe Peyronnin, seorang wanita berketurunan Asia Amerika berusia 21 tahun yang dibesarkan di New York, menggemakan sentimen ini. Meskipun ia mengemukakan kekhawatiran bahwa stereotip ini mungkin memiliki potensi untuk menyuarakan perempuan Asia. Ia akhirnya menyimpulkan secara pribadi, gagasan memiliki vagina yang ketat adalah baik, setidaknya secara seksual.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.