Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta tentang Pil KB, Bisa Mengubah Perempuan Lebih Maskulin

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 12 September 2018 |08:48 WIB
Fakta-Fakta tentang Pil KB, Bisa Mengubah Perempuan Lebih Maskulin
Konsumsi PIl KB (Foto: HelloSehat)
A
A
A

Seorang wanita mendeskripsikan kemunculan rambut di seluruh pipinya, sementara yang lain melaporkan "wajah pizza" setelah memulai menggunakan merek pil baru. Efek 'maskulin' ini telah dipelajari dengan baik oleh para ilmuwan, dan efek ini memang nyata.

Beberapa jenis pil benar-benar menimbulkan efek itu, terutama pada perempuan yang sensitif.

Tapi alasannya mengejutkan. Menurut sebuah studi tahun 2012, 83% perempuan AS yang memakai pil, minum jenis pil yang mengandung progestin yang terbuat dari hormon laki-laki. Ini termasuk merek populer Ortho Tri-Cyclen, Loestrin FE 1/20 dan Tri-Sprintec®, dan banyak lainnya.

Hormon laki-laki dalam pil ini adalah kerabat dekat testosteron yang disebut nandrolone. Androgen yang kuat (hormon yang mempengaruhi perkembangan sistem reproduksi pria) dapat menyebabkan perkembangan karakteristik khas pria.

"Ini sebenarnya kadang-kadang dipakai untuk doping pada pria," kata Belinda Pletzer, ahli saraf kognitif di Universitas Salzburg, Austria.

Hormon itu membantu membangun otot, sehingga sangat populer di antara atlet angkat besi dan petinju: mantan juara dunia kelas berat Tyson Fury baru-baru ini diskors dua tahun setelah positif menggunakan steroid pada tahun 2015 (ia mengklaim hormon itu ada di tubuhnya karena dia makan daging babi hutan liar.)

Kita sudah tahu efek samping ini selama beberapa dekade: progestin pertama yang pernah dibuat, norethindrone, adalah androgenik.

Kembali pada tahun 1940-an, 50-an dan 60-an, perempuan hamil kadang-kadang minum norethindrone dalam dosis besar untuk membantu mencegah keguguran. Tetapi hormon itu juga menyebabkan beberapa perubahan yang mengganggu tubuh mereka. 

Mereka jadi lebih mudah berkeringat, lebih berbulu. Beberapa orang merasa suara mereka semakin berat. Hampir satu dari lima bayi perempuan yang lahir dari ibu yang minum norethindrone, memiliki alat kelamin yang kena efek maskulin. Beberapa anak-anak yang tidak beruntung ini sampai harus dioperasi.

Saat ini progestin androgenik sudah tidak begitu androgenik. Dosisnya dalam pil kontrasepsi jauh lebih kecil, dan hormonnya biasanya digabung dengan estrogen sintetis, yang menghilangkan banyak efek maskulin pada tubuh kita.

Tetapi ada beberapa efek samping

"Progestin ini, yang dosisnya sudah diturunkan selama bertahun-tahun, masih terkait dengan struktur kimia testosteron. Semua turunan berujung pada levonorgestrel, progestin paling umum yang paling banyak digunakan," kata Regine Sitruk-Ware, seorang ahli endokrinologi reproduksi di Population Council, New York.

"Progestin itu masih androgenik dengan sendirinya, dilihat dari fakta bahwa dia dapat mengikat reseptor androgen."

Selama bertahun-tahun, ada beberapa generasi progestin. Meskipun para generasi awal hampir semuanya androgenik, baru-baru ini para ilmuwan telah mengembangkan versi yang terbuat dari progesteron sintetis.

Jenis ini punya efek sebaliknya - justru sering diresepkan untuk mengobati jerawat atau pertumbuhan rambut yang berlebihan karena mereka punya efek 'membuat jadi perempuan' (meskipun tetap saja bisa ada efek samping yang tidak diinginkan akibat ketidakseimbangan hormon).

Secara umum, merek pil yang lebih tua dan lebih murah cenderung mengandung hormon androgenik, sementara merek yang lebih baru, dan yang lebih mahal, cenderung mengandung anti-androgen.

Ini mungkin jadi salah satu alasan kenapa hanya ada 17% perempuan pengguna pil gabungan di AS yang mengambil versi anti-androgenik.

Ada reseptor androgen di seluruh tubuh, terutama di kelenjar keringat dan folikel rambut, yang menjelaskan mengapa progestin androgenik membuat beberapa perempuan lebih mudah berkeringat dan lebih berbulu.

Tetapi steroid yang kuat ini juga mempengaruhi otak.

Pada pria, androgen yang dilepas saat pubertas diketahui punya akibar merombak otak. Hal ini juga berlaku pada perempuan, di mana jumlah testosteron yang relatif kecil pun dapat menyebabkan area tubuh tertentu menyusut dan area yang lain tumbuh.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement