Ditambah dengan trans plantasi yang akan dilakukan, tidak menjamin keberhasilan. Untuk menyesuaikan dengan tubuh pasien, paru-paru harus dimodifikasi.
Proses modifikasi juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Pasien yang sedang menunggu donor organ membutuhkan obat imunosupresan untuk menjaga tubuh mereka. Akan tetapi, obat yang dikonsumsi dapat menolak paru-paru baru dan menimbulkan bahaya signifikan.
Ada 1.455 orang yang menunggu donor paru-paru dalam daftar United Network for Organ Sharing (UNOS). Sedangkan dalam daftar kebutuhan organ paru dunia, ada 7.000 orang masuk dalam daftar tunggu, dengan 350 orang membutuhkan transplantasi paru-paru untuk kondisi seperti cyctic fibrosis dan emfisema.
“Perkembangan jumlah orang yang mengalami cedera paru-paru parah telah meningkat di seluruh dunia, sementara jumlah organ yang dapat ditransplantasikan mengalami penurunan,” kata Dr Joaquin Cortiella dikutip dari Dailymail. Perbedaan antara paru-paru buatan dan paru-paru donor adalah pembuluh darah.
Paru-paru buatan akan mengembangkan pembuluh darahnya sendiri, sedangkan paru-paru donor sudah dilengkapi dengan pembuluh darah bawaan. Pada saat pemasangan, paru-paru donor memiliki tingkat pemasangan rumit.
Ahli bedah harus memasang secara hati-hati agar setelah ditransplantasikan, paruparu donor bisa bekerja secara normal. “Tujuan utama kami adalah menyediakan opsi baru bagi banyaknya orang yang menunggu transplantasi,” kata Cortiella.