ISLANDIA dilaporkan menjadi negara pertama yang memproduksi permen karet bebas plastik. Kabar ini tentu cukup mengejutkan, mengingat sebagian besar permen karet yang dijual di pasaran diproduksi dengan bahan campuran plastik.
Uniknya, fakta tersebut ternyata tidak diketahui oleh para konsumen. Sebuah studi yang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan Islandia menyebutkan, 35% dari total 2.000 partisipan, benar-benar tidak mengetahui jika sebetulnya permen karet itu mengandung plastik.
Baca juga: Aih... Anggunnya Varsha Strauss Calon Istri Panji Trihatmodjo Berbalut Kebaya

Dilansir Okezone dari Metro, Jumat (3/8/2018), ditilik dari asal usulnya, permen karet pertama kali diproduksi dengan menggunakan bahan alami seperti getah pohon. Para ilmuwan kemudian memodifikasi resep tersebut dengan memasukkan bahan-bahan yang lebih mudah didapatkan.
Namun seiring berkembangnya zaman, setidaknya terdapat 7 jenis bahan dasar yang dinyatakan aman untuk digunakan dalam proses produksi permen karet oleh USA FDA namun, tetap mengandung plastik, antara lain:
1. Butadiene-styrene rubber.
2. Isobutylene-isoprene copolymer (butyl rubber).
3. Paraffin (via the Fischer-Tropsch process).
Baca juga: Intip Gaya Busana Seksi Gao Qian, si Pemilik Bokong Terindah asal China
4. Petroleum wax.
5. Petroleum wax synthetic.
6. Polyethylene.
7. Polyvinyl acetate.

Seperti diketahui polyethylene biasanya dimanfaatkan untuk membuat kantung plastik dan mainan anak-anak. Sementara polyvinyl acetate merupakan bahan utama untuk membuat lem.
Sayangnya, sebagian besar produsen permen karet cenderung tidak menginformasikan barang-barang yang mereka gunakan. Dengan kata lain, Anda akan kesulitan untuk mengidentifikasi bahan-bahannya.
Baca juga: Pria Wajib Baca! 6 Langkah Dekati Wanita Tanpa Membuatnya Takut
Itulah sebabnya banyak mitos yang bermunculan. Salah satunya adalah mitos menelan permen karet yang dipercaya akan tersimpan di dalam sistem pencernaan selama 10 tahun.
Namun, bahan-bahan seperti polymers dan elastomers memang tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Jadi ketika permer karet tidak sengaja tertelan, tubuh akan mengeluarkannya dengan cara yang sama ketika Anda menelannya.
Tidak hanya itu, permen karet juga menimbulkan permasalahan lingkungan yang cukup serius. Setiap tahun, pemerintah Inggris harus menggelontorkan dana sebesar Rp1,1 triliun hanya untuk membersihkan sisa-sisa permen karet yang melengket di tempat-tempat umum.
Itulah sebabnya, produsen permen karet asal Islandia, Simply Gum, memutuskan untuk mengganti bahan plastik dengan bahan baku yang mudah terurai.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.