MISTERI kematian CEO Fiat Chrysler dan Ferrari, Sergio Marchionne memang mengundang tanda tanya besar bagi banyak orang. Pria berusia 66 tahun tersebut memang sangat aktif dalam dunia bisnis dan sama sekali tidak terlihat memiliki masalah kesehatan.
Namun, fakta yang diberikan oleh sebuah rumah sakit di Zurich menyatakan bahwa Sergio Marchionne telah mengidap penyakit parah selama lebih dari satu tahun. Hingga hari kematiannya, tidak ada satu orang pun anggota perusahaan yang mengetahui perihal penyakit yang dideritanya.
Fiat Chrysler mengaku tidak tahu, dan keluarga juga pun tidak memberi tahu perusahaan mana pun perihal penyakit Marchionne. Keluarga Marchionne menegaskan bahwa perusahaan tidak diberitahu mengenai kondisi Marchionnne sampai akhir pekan lalu, hingga mereka diberitahu bahwa sang pebisnis tidak akan kembali bekerja.

Terbukti cara Marchionne dan keluarganya menyembunyikan kesehatan berhasil menutupi masalah hingga menghilang dari pandangan publik pada tanggal 26 Juni. Kala itu Marchionne terus menjalankan perusahaan dengan jadwal tanpa henti, mengawasi pembentukan rencana lima tahun untuk perusahannya yang disajikan pada 1 Juni lalu.
Rumah Sakit Universitas Zurich mengatakan bahwa mereka telah melanggar protokol dengan membeberkan penyakit Marchionne untuk menghilangkan "desas-desus di media" tentang perawatan medisnya.
"Karena penyakit yang serius, ia telah menjadi pasien penerima pengobatan selama lebih dari satu tahun. Meskipun semua pilihan yang ditawarkan oleh obat-obatan mutakhir dimanfaatkan, Mr. Marchionne akhirnya meninggal," tulis sebuah pernyataan dari rumah sakit, menyadur dari Bloomberg, Senin (30/7/2018).