Dr Mitra mengutip contoh dari kehidupannya di sebuah kota kecil Swiss bernama Appenzell pada 1990-an. Masalah ini mengguncang Eropa di era 80-an dan 90-an. Para wanita Appenzell tidak memiliki peran kunci dalam pengambilan keputusan di tingkat dewan hingga 1992. Tapi semuanya berubah sejak saat itu.
Wanita menjadi tegas, mereka pergi bekerja, dan menuntut hak-hak pria yang anggap biasa saja. Mitra menambahkan bahwa orang-orang Swiss ini mengambil pendekatan yang berorientasi solusi terhadap masalah yang mereka hadapi.

4. Berorientasi pada solusi
Dr Mitra mengatakan para pria ingin membahas cara menangani wanita asertif baru idengan mengatakan 'tidak' kepada mereka. Selain itu bernegosiasi adalah cara yang lebih baik dengan wanita saat menghadapi masalah.
Sampai saat itu, konsep negosiasi hampir tidak diketahui. Langkah untuk setiap konflik, seperti yang kita ketahui, berasal dari penerimaan masalah.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.