BEKERJA atau menjadi ibu rumah tangga. Pilihan tersebut selalu menjadi dilema tersendiri bagi wanita ketika memutuskan untuk punya anak. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, terutama bagi perilaku serta tumbuh kembang anak.
Melansir dari Parenting, Minggu (22/7/2018), salah satu keuntungan besar dari menjadi ibu rumah tangga adalah dapat menyaksikan langsung tumbuh kembang anak mulai dari merangkak hingga berbicara. Anda juga akan lebih mengenal karakter anak dibandingkan ibu yang memilih bekerja.
Sisi negatifnya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bergantung sepenuhnya pada Anda. Kebiasaan itu akan sulit untuk dihilangkan. Contoh paling mudah adalah ketika anak harus mulai sekolah. Ia tentu sulit untuk lepas dari pengawasan Anda.
BACA JUGA:
Sebaliknya dengan ibu yang bekerja atau wanita karier. Anak akan lebih mandiri dan tidak terlalu menggantungkan hidupnya pada seseorang. Sisi negatifnya, si kecil bisa tumbuh menjadi pribadi yang selalu haus akan perhatian. Ia bisa bertindak aneh-aneh di pergaulan hanya demi mendapat perhatian dari Anda.

Meski begitu, ada manfaat lain dari anak yang memiliki ibu seorang wanita karier. Dalam studi yang dilakukan terhadap 50 ribu orang dewasa di 24 negara berkembang, anak dari seorang wanita karier cenderung memiliki pekerjaan yang baik (perempuan) dan menaruh rasa hormat buat orang lain (laki-laki).
Professor dari Harvard Business School, Kathleen L. McGinn menuturkan, anak akan cenderung mengikuti orangtua sebagai role model. Ketika ibunya memiliki karier yang sukses, anak perempuan tentu akan mencontoh jalan hidupnya hingga lebih berhasil.
Sedangkan untuk anak laki-laki, menurut McGinn, akan melihat contoh bahwa semua orang di rumah mengerjakan pekerjaan dan bagiannya masing-masing. Karena itu, anak laki-laki akan cenderung mempunyai rasa hormat kepada pembantu atau orang lain.

Kendati demikian, ia tidak mengatakan bahwa wanita karier lebih superior dibandingkan ibu rumah tangga. Baik ibu rumah tangga maupun wanita karier tetap harus menjadi role model yang baik bagi anak-anaknya dengan menetapkan standar tertentu.
“Hal paling penting adalah Anda menawarkan sejumlah alternatif dalam kaitannya dengan perilaku untuk anak laki-laki dan perempuan, dan pilihan tersebut tidak boleh mengikat pada stereotype gender,” tukas Kathleen L. McGinn, dinukil dari Business Insider.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.