Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Hand Dryer di Toilet Lebih Banyak Kumannya Dibanding Tisu?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 19 Juli 2018 |09:39 WIB
Kenapa Hand Dryer di Toilet Lebih Banyak Kumannya Dibanding Tisu?
Foto: Shutterstock
A
A
A

Banyak orang yang tidak mengeringkan tangan setelah ia mencucinya dengan sabun. Padahal, kulit yang basah nyatanya bisa menyebarkan bakteri. Nah, jika di toilet umum, tersedia tisu toilet dan hand dryer, untuk mengeringkan tangan. Dari keduanya, mana yang paling sering Anda gunakan?

Ilustrasi, ShutterstockFoto: Shutterstock

Kebanyakan orang berpikir kalau tisu toilet menyimpan banyak kuman yang berasal dari toilet. Sebaliknya, pengering tangan diyakini lebih higienis dan efektif membilas bakteri yang menempel di tangan. Namun, benarkah demikian?

Ketika Anda menggunakan pengering tangan, maka sebenarnya tangan Anda tidak sebersih yang Anda kira. Dilihat dari cara kerjanya, mesin pengering tangan ternyata tidak hanya meniup dan menekan udara ke luar, tetapi juga mengisap udara.

Saat pengering tangan mengeluarkan udara, maka secara bersamaan udara-udara di sekitarnya akan terisap. Artinya, alat ini akan menyedot bakteri yang bertebaran di dalam toilet, baik yang menempel di kulit tangan, dari tempat sampah, atau bakteri yang terlempar jauh saat membilas (flush) toilet.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Mark Wilcox dan para ahli dari University of Leeds, mesin pengering udara menyimpan bakteri 27 kali lebih banyak daripada tisu toilet, seperti dilansir dari Livescience. Bahkan, bakteri tersebut dapat bertahan lebih lama di udara sekitar pengering tangan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement