
Keringat tersebut juga bisa disebabkan efek samping dari pengobatan, termasuk Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs), yang biasa diresepkan untuk mengatasi depresi. Mold menuturkan, ada kemungkinan SSRIs menjadi penyebab meski tidak pernah terbukti dengan jelas.
Dalam beberapa kasus, keringat pada malam hari bisa saja mengindikasikan ada masalah serius. Studi tersebut menerangkan, kondisi semacam itu bisa juga merupakan gejala penyakit autoimun, masalah pada jantung, atau sleep apnea, yakni terhentinya napas selama tidur.
Kasus-kasus yang dijabarkan di atas memang cukup jarang. Namun, Mold menyarankan agar Anda segera menghubungi dokter bila hampir setiap hari terbangun dalam keadaan berkeringat. Ia juga menyarankan agar Anda menjaga suhu tubuh setidaknya dua kali sehari selama seminggu untuk mendeteksi adanya gejala demam.
Apabila kondisi tubuh Anda normal-normal saja, mungkin ada pengaruhnya pada kebiasaan. Anda juga bisa mengurangi ketebalan selimut atau pakaian tidur serta menghindari konsumsi makanan pedas sebelum memejamkan mata.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.