NAMANYA Barrang Ewanglangi, gadis kecil pemecah batu di desa Bombong Lambe,di pegunungan Mamasa, Sulawesi Barat. Setiap pelintas jalan melewati Poros Mamasa-Polewali, sosok kecil Barrang selalu menjadi perhatian di antara puluhan pemecah batu dewasa lainnya.
Usianya saat ini baru 12 Tahun, tapi beban hidup yang harus dia pecahkan sepertinya jauh lebih cadas. Barrang seharusnya sudah tamat Sekolah Dasar tahun ini. namun kondisi ekonomi keluarganya membuatnya harus lebih cadas lagi memecah batu yang menjadi sumber ekonominya.
"Tak ada biaya pembeli Sepatu dan Pakaian Sekolah," kata Buntu Kawangan, Bapaknya.
Barrang sekarang sudah duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, dan akan naik ke kelas 6, ia bersekolah di SDN 004 Lumbatu, kecamatan Mamasa, kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tiap hari selepas jam sekolah, saat teman seusianya bermain atau bertik-tok ria, Barrang kecil justru bergegas ke tempat pemecah batu di balik bukit batu yang banyak terdapat di antara Kota Mamasa dan Malabbo.

Di bawah tenda, ia bekerja bersama keluarganya, memecahkan batu yang sebelumnya diangkut bapaknya dari bukit. Barrang Tak ada rasa takut jika tiba-tiba bukit itu longsor atau tertimpah batu dari atas bukit. Baginya membantu orang tua dan mendapatkan uang untuk sekolah jauh lebih penting untuk dirisaukan.
Tangan kecilnya terus memukulkan palu ke arah batu sepanjang hari.kadang tangannya berair dan kapalan karena gesekan palu yang besar dan berat. Dari Tangan Kecilnya, dia bisa memecahkan 1 karung sak semen dalam sehari. Tiap karung dia jual Rp 10.000, kadang lebih murah jika pembelinya ngotot menawar.

Bersama 5 Anggota keluarganya mereka bisa menghasilkan 6 sak batu per hari, meski kadang tak ada pembeli. Melihat kehidupan Barrang kecil yang tangguh, teringat lirik lagu Iwan Fals
“Anak Sekecil Itu berkelahi dengan waktu, Dipaksa pecahkan karang, Lemas jarimu terkepal”.
Tiap hari Barrang akan terus memecah batu bersama keluarganya, demi sekolah dan cita-citanya yang ia impikan,menjadi Seorang Perawat. Barrang senang melihat perawat berperawakan cantik dan berpakaian bersih, sepeti yang sering ia lihat di Rumah sakit daerah Kondosapata yang tak jauh dari desanya.
"Semoga batu-batu yang kau pecahkan banyak yang laku hari ini adik Barrang, Agar Cita-citamu menjadi perawat bisa terwujud." kata Hasyim, Seorang Pelintas yang prihatin melihat kondisi Barrang.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.