SEJAK awal kepopulerannya, diet ketogenik telah memicu berbagai perdebatan. Diet yang tidak memusuhi lemak ini diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat. Namun sayangnya kurangnya asupan karbohidrat dalam diet ini bisa membawa sejumlah masalah.
"Diet ketogenik adalah diet karbohidrat yang sangat rendah dengan asupan 20g hingga 50g karbohidrat per hari. Sebaliknya, asupan protein dan lemak relatif tinggi lemak. Beberapa masalah utama dengan mengikuti diet ketogenik adalah efek samping potensial seperti perubahan keseimbangan hormonal,” ungkap ahli nutrisi Lily Soutter seperti yang dikutip dari Independent, Rabu (27/6/2018).
(Baca Juga:4 Cara Bikin Posisi Cowgirl Jadi Lebih Nikmat)
Sementara itu, sejumlah penelitian menunjukkan jika diet karbohidrat yang sangat rendah dapat menyebabkan penurunan fungsi tiroid. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati rendah, dan berdampak negatif terhadap gairah seksual. Orang yang bereksperimen dengan diet ketogenik mungkin mengalami penurunan drastis dalam energi karena kurangnya karbohidrat dalam makanan sehari-hari dan memengaruhi gairah seksualnya.
"Diet ketogenik yang tinggi lemak, protein yang cukup, namun rendah karbohidrat, tubuh Anda beralih dari menggunakan karbohidrat untuk energi menjadi pembakaran lemak. Hal itu lantaran tubuh tidak memiliki jumlah karbohidrat yang cukup,” ucap ahli gizi lainnya Dr Marilyn Glenville.

Karbohidrat adalah makanan yang biasanya memberi tubuh energi. Ketika seseorang pertama kali memulai diet ketogenik, maka dirinya dapat merasa sangat lelah dan tidak bergairah untuk melakukan hubungan seksual.
(Baca Juga:Siapa Sangka 5 Hidangan Ini Bikin Wajah Cepat Berjerawat, Yuk Kurangi)
“Mungkin juga ada yang mengalami sakit kepala dan perasaan terserang flu. Pada titik itu pula dorongan seksual pada seseorang bisa sangat rendah karena merasa tidak enak badan,” tambah Dr Marilyn.
Penurunan energi bukan satu-satunya alasan dorongan seksual mengalami penurunan saat menjalani diet ketogenik. Penurunan asupan karbohidrat juga dapat mengubah cara tubuh memproduksi hormon yang berkaitan dengan gairah seseorang.
"Beberapa bukti menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan produksi hormon stres kortisol dan dapat secara negatif memengaruhi hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA), tiga kelenjar yang penting untuk menjaga hormon tubuh tetap seimbang," ujar Lily.
Dalam jangka panjang, jika konsumsi karbohidrat terlalu rendah, maka dapat menekan produksi hormon leptin yang pada akhirnya dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur hormon seks.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.