SELAMA ini sudah banyak diketahui bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dengan begitu seseorang yang rutin berolahraga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terserang penyakit. Namun tahukah Anda, ternyata semakin berat olahraga yang dilakukan malah semakin meningkatkan kerentanan terhadap infeksi karena depresi sistem kekebalan tubuh.
Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal Frontiers in Immunology mencoba melihat hubungan tersebut. Dalam penelitian itu, para ahli menjelaskan terdapat perubahan sel kekebalan tubuh dalam dua cara setelah berolahraga. Pertama, jumlah sel kekebalan tubuh yang berhubungan dengan infeksi akan meningkat sesaat setelah olahraga dilakukan.
Baca Juga: Jangan Biasakan Minum Teh di Pagi Hari, Ini 5 Bahayanya

Kedua, jumlah sel kekebalan tidak menurun secara drastis bila olahraga berhenti dilakukan selama beberapa jam atau hari. Selama ini diyakini jika jumlah sel akan menurun apabila latihan dijeda cukup lama. Maka tak heran bila beberapa orang tetap berusaha untuk berolahraga meskipun belum sepenuhnya pulih dari latihan.
Olahraga memang berperan penting guna mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes tipe 2. Akan tetapi, bukan berarti seseorang tidak akan terserang penyakit hanya karena rajin berolahraga. Sebab pola makan yang buruk, perubahan suhu tubuh, stres psikologis, dan mengunjungi tempat umum dapat meningkatkan risiko infeksi.
Baca Juga: Jalani Operasi Plastik, Gadis Asal China Ini Mirip Banget Artis Fan Bingbing

"Sel-sel tidak hancur seperti yang diduga sebelumnya melainkan bermigrasi ke bagian lain dari tubuh, mencari infeksi di tempat lain seperti di saluran pernapasan bawah (dada atau paru-paru), kemudian mendorong kekebalan tubuh sehingga menghalangi kemungkinan infeksi untuk berkembang," ucap rekan penulis penelitian, Dr James Turner seperti yang dikutip dari News.
Sebaliknya, saat olahraga terlalu berat atau terlalu banyak dilakukan, tubuh akan menjadi terlalu letih dan tidak tangguh. Terlebih apabila tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, penyakit seperti pilek, demam, influenza, dan flu perut dapat dengan mudah menyerang.
Mengenai kondisi tersebut, peneliti menjelaskan bila seseorang mengalami bersin-bersin dan tidak merasa sehat, tidak masalah untuk mempertahankan latihan namun usahakan mengurangi intensitasnya sedikit.
Sebagai contoh, daripada berlari atau berjalan cepat, latihan yang bisa dilakukan adalah sedikit peregangan. Sedangkan pada saat demam, olahraga sebaiknya dihentikan sama sekali dan ganti dengan waktu beristirahat.

Alasannya karena pada saat demam tubuh sedang membunuh sebagian besar bakteri dan virus. Jika dipaksakan untuk berolahraga, hal itu malah dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga membuat semakin sakit.
Begitu juga apabila terserang influenza atau masalah perut seperti gastroenteritis, olahraga perlu dihentikan guna menghindari penyebaran virus. Olahraga bisa dilakukan kembali setelah tubuh mulai pulih namun diawali dengan intensitas sedang.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.