Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diduga Bunuh Diri, Benarkah Kate Spade Kena Penyakit Mental?

Annisa Aprilia , Jurnalis-Rabu, 06 Juni 2018 |22:55 WIB
Diduga Bunuh Diri, Benarkah Kate Spade Kena Penyakit Mental?
Kate Spade. (Foto: BBC)
A
A
A

KABAR duka meninggalnya Kate Spade mencengangkan publik terkhusus dari kalangan fesyen dan penggemarnya. Rasa duka teramat dalam ketika diketahui Kate menghabisi nyawanya sendiri dengan cara bunuh diri.

Dia ditemukan tidak bernyawa oleh salah seorang asisten rumah tangganya pada Selasa, kemarin. Banyak media yang mewartakan meninggalnya Kate karena bunuh diri di dalam kamar tidurnya di apartemen New York Park Avenue.

Seperti yang diwartakan oleh Kansas City, Rabu, (6/6/2018), kakak Kate Spade mengungkapkan, ternyata almarhumah saudarinya yang terkenal itu mengidap penyakit mental, yang membebaninya selama tiga atau empat tahun terakhir. Mirisnya, Kate malah memilih mengobati dirinya sendiri dengan alkohol.

Baca Juga:  Sedang Datang Bulan? 5 Makanan Ini Sahabat Sejati untuk Hilangkan Sakit dan Kram Perut


(Foto: Star1025)

Sementara anggota keluarganya berjuang mati-matian untuk membantu Kate pulih, tapi nihil. Alasan enggannya Kate Spade melakukan perawatan di rumah sakit, karena ia khawatir sakitnya itu dapat merusak citra dari merek Kate Spade yang sudah tersohor.

“Terkadang kamu tidak bisa menyelamatkan orang dari diri mereka sendiri!” tulis Reta Saffo, kakak Kate Spade dalam surat elektroniknya.

Reta Saffo kemudian mengirim surat elektronik pada The Star, sesaat setelah dia mengunggah ceritanya tentang kematian Kate Spade di dunia maya. Kate Spade lahir dan dibesarkan di Kansas City, kemudian sempat mengenyam pendidikan di University of Kansas sebelum pindah ke Arizona State University.

Sebelum mengakhiri hidupnya sendiri, Kate Spade sempat melakukan perawatan dan diantar oleh kakaknya. Sekira tiga hingga empat tahun terakhir, Kate dijadwalkan mendapat perawatan yang dia butuhkan, yaitu rawat inap.

“Saya terbang ke Napa dan NYC (New York City) beberapa kali dalam 3-4 tahun terakhir untuk membantunya mendapatkan perawatan yang dia butuhkan, yaitu rawat inap. Saya merasakan semua tekanan yang dirasakan oleh Kate,” imbuhnya.

Baca Juga: 5 Aneka Olahan dari Buah Salak, Kulitnya Bisa Jadi Teh Loh

(Foto: Foxnews)

Reta Saffo menambahkan, dia telah membawa Kate ke tempat yang sama dengan Catherine Zeta Jones untuk mendapatkan program pengobatan bipolar. Kakaknya pun mengatakan pada pihak lembaga kesehatan, tentang siapa sebenarnya pasien yang akan ditangi. Setelah pihak lembaga kesehatan setuju, Kate akhirnya direncakan untuk dibawa ke pusat perawatan.

“Sepertinya itu membuatnya lebih nyaman. Kami pun hendak mengemasi barang-barangnya, tapi pada akhirnya dia tetap merasa khawatir, karena dia cemas akan ucapan orang jika mereka tahu,” ucap Reta.

http://www.kansascity.com/news/local/article212609069.html

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement