"Jadi masalahnya hanya 20% pemulung saja yang mau ambil. 80% lagi menganggap bahwa sampah plastik itu tidak bernilai, sehingga mekanisme recycling pun tidak dapat dilakukan secara maksimal," imbuhnya.

Baca Juga: Lebaran Tahun Ini Anang-Ashanty Pilih Liburan ke Malang, Habis itu ke Los Angeles
Enri tidak memungkiri bahwa edukasi dan sosialisasi sebetulnya tidak cukup dalam mengurangi sampah. Ia mengatakan, pemerintah Indonesia harus tegas dalam membatasi penggunaan kantung plastik, kemudian membuat road map yang jelas agar para penghasil kemasan plastik dapat berkontribusi dalam memerangi isu sampah tersebut.
"Ke depannya pemerintah Indonesia harus membuat kebijakan terkait kemasan plastik agat tidak gunakan hanya untuk sekali pakai saja. Selain itu, kita perlu mengubah mindset masyarakat untuk tinggalkan pola single use item," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.