"Banyak pemulung atau masyarakat yang tidak mengetahui bahwa sampah plastik itu sangat bernilai. Untuk membangun jalan di Labuan Bajo dibutuhkan 3-3,5 ton aspal per 1 km," paparnya.

Baca Juga: Meme-Meme Kocak Mama Lokal Vs Mama Internasional, Dijamin Ngakak
Hal senada juga diungkapkan oleh Prof. Enri Damanhuri, Staf Ahli Pengelolaan Sampah ITB. Menurutnya, edukasi sejak dini itu memang sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia.
"Masyarakat Indonesia itu kadang kalau tidak dipaksa tidak akan bertindak. Selain itu ada kecenderungan ketika melihat banyak orang tidak memilah sampah atau mengolanya, mereka sudah anggap biasa. Mau tidak mau harus dipaksa," tegas Enri.
Selain itu, ada kesalahan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Banyak yang mengatakan bahwa daur ulang plastik itu dapat mengurangi volume sampah di Indonesia. Namun pada kenyataannya, sebagian besar sampah plastik di Indonesia itu dibuang karena tidak laku dijual.