"Saat saya beritahu, mereka pasti tidak percaya dan memarahi saya. Terkadang itu terasa seperti beban. Saya dulu ingin mengatakan sesuatu, namun saya menyadari itu bukan tugas saya," terang Kala.
“Ini tidak berguna - bagaimana itu bisa membantu siapa saja? Bagaimana saya bisa berjalan ke orang asing dengan bau ini dan membantu mereka? Bagaimana jika mereka tidak tahu mereka akan segera mati? Jika saya memberi tahu mereka dan mereka tidak terima, itu bisa menjadi bencana besar. Saya tidak melihat bagaimana saya bisa mengganggu nasib mereka," keluh Ari.
Untuk alasan ini, Ari akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu fokus pada kemampuannya. Dia memilih untuk mengajar orang lain bagaimana menempatkan kemampuan psikis mereka sendiri untuk penggunaan yang baik.
Dia mengklaim bahwa setiap orang memiliki akses ke kemampuan seperti ini, tetapi mereka biasanya ditekan selama masa kanak-kanak. "Semakin diasah, maka semakin tajam kemampuannya. Nah, pada kasus saya, mungkin saya sudah sadar betul dengan kemampuan ini, makanya saya bisa mencium bau kematian," tambah Ari.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.