Advertisement
Advertisement

Setahun Diresmikan, Pembangunan dan Aktivitas Ekonomi PLBN Aruk Makin Bergeliat

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Senin, 28 Mei 2018 |14:44 WIB
Setahun Diresmikan, Pembangunan dan Aktivitas Ekonomi PLBN Aruk Makin Bergeliat
Pos Lintas Batas Negara Terpadu Aruk (Foto: MNC Media)
A
A
A

ARUK - Presiden Joko Widodo terus membenahi serta mengebut pengerjaan infrastruktur, terutama di kawasan lintas batas negara. Contohnya saja, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kali ini, MNC Travel mengajak beberapa tim Media MNC Group menelusuri rupa bangunan serta kegiatan yang terdapat di PLBN Terpadu Aruk semasa diresmikan oleh Jokowi sejak 17 Maret 2017.

Menuju ke PLBN Aruk, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Sambas. Tetapi, jika memulai titik jalur darat dari Bandar Udara Supadio, maka akan membutuhkan sekitar 6-7 jam perjalanan tanpa singgah. Jalan menuju ke PLBN Aruk nyaris mulus meski masih terdapat titik-titik jalan yang sedang dikebut untuk bisa dilalui tanpa hambatan.

Seketika sampai di PLBN Aruk, portal atau aktivitas di sana baru dimulakan pukul 06.00 pagi waktu Indonesia bagian tengah (WITA). Waktu di sana tidak berbeda dengan waktu di Jakarta. Ketika tim MNC Travel dan media mulai memasuki zona PLBN Aruk, di sana terlihat konsep monumen berbentuk tameng khas Dayak beserta ukirannya serta tulisan Aruk Indonesia berwarna lambang bendera Indonesia yakni merah dan putih.

Di area PLBN Aruk ada beberapa fasilitas pelayanan yang sudah berjalan kurun waktu setahun, ada beberapa pos terbangun sebelum kendaraan dari arah Indonesia menuju Malaysia masuk. Pos itu terdiri atas pos karantina kesehatan, karantina perikanan, dan karantina pertanian.

Lalu, di dalam gedung PLBN juga pelayanan dari bea dan cukai, imigrasi, dan institusi kesehatan, serta Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) itu sendiri. Diantara 1 dari 7 borders, PLBN Aruk merupakan pos lintas termegah yang dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian Pembangunan dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Sub bidang Pengembangan Kawasan PLBN Aruk, Purworto membandingkan struktur bangunan PLBN yang lama dan yang baru. Dulu pada jamannya pos lintas menghubungkan Kuching, Malaysia-Indonesia ini hanyalah sebatas pos tanpa didukung penunjang fasilitas teknologi. Namun, sekarang teknologi semacam X-ray dan CCTV sudah tersedia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement