PENGGUNAAN Parasetamol memang biasa dilakukan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri yang dirasakan selama flu. Selain itu, Parasetamol juga bisa digunakan untuk meredakan demam.
Sayangnya, penggunaan parasetamol jangka panjang selama kehamilan, dikabarkan akan memberikan risiko gangguan perkembangan saraf bagi bayi Anda, seperti gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD) dan gangguan spektrum autistik (ASD).
Penelitian menunjukkan bahwa pemberian parasetamol dosis rendah jangka panjang, dikenal sebagai acetaminophen, dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf janin. Efek ini sering terlihat setahun setelah paparan selama masa kanak-kanak.
Baca Juga: Napas Bau 'Naga' saat Puasa, Cegah dengan Cara Ini
