"Dampak gambar korban bisa beragam, tergantung tingkat kengerian dan juga orang yang mempersepsinya. Semakin horor gambar dan videonya maka akan semakin memancing terjadinya memori yang traumatis kepada penontonnya," imbuhnya.
Baca Juga: Akui Menyesal, Selebgram Ini Lelah Pamer Bokong Seksi Demi 'Puaskan' Followernya

Meski demikian, bagi mereka yang sudah terbiasa melihat, maka foto dan video akan semakin tidak berefek. Namun, menyebarkan foto dan video yang berisi kondisi tempat kejadian peristiwa bencana tetap harus dihindari.
"Kita tidak perlu menyebarkan kalau tidak ada manfaatnya. Sekali lagi kita tidak bisa mengendalikan dampak yang timbul, karena itu lebih baik tidak membagikannya, karena orang dengan tingkat kerentanan, stabilitas kepribadian, dan emosi yang kurang baik, maka dampak negatifnya besar," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.