Perempuan berkacamata itu mengatakan bahwa Mahathir Mohamad tidak pernah berkata jujur kepadanya tentang karier di dunia politik. Namun, Siti paham betul bahwa peran yang harus diembannya cukup sebagai istri yang baik bagi Mahathir Mohamad.
“Anda harus menjadi diri sendiri. Jangan pernah berusaha menyaingi suami Anda, tetapi cukup ikuti langkahnya dan dukung dengan sepenuh hati. Anda tahu harus berada di posisi mana, karena secara tradisional, yang berlaku dalam budaya Asia adalah istri di samping suami,” imbuhnya.
(Baca Juga: Jadi Pemimpin Tertua di Dunia, Simak Rahasia Mahathir Mohamad)
Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah menikah pada 1956. Keduanya pertama kali bertemu saat sama-sama menempuh kuliah kedokteran di Singapura. Dalam memoar berjudul ‘Namaku Hasmah’ yang diterbitkan pada 2016, ia menyebut Mahathir Mohamad sebagai pahlawan yang membantunya menyelesaikan kuliah.