Penulis utama dari Universitas Illinois, Amerika, Profesor Hannah Holscher, percaya, meskipun kacang kenari relatif tinggi kalori, dengan sekitar 28 kalori per kacang, hanya 80%-nya yang diserap, sedangkan 20% sisanya akan diserap bakteri usus.
[Baca Juga: Ini 5 Jenis Kacang Terbaik untuk Dikonsumsi Ketika Diet Turunkan Berat Badan]
“Orang yang makan kacang kenari setiap hari menghasilkan lebih sedikit asam empedu sekunder, di mana asam empedu sekunder terbukti dapat menyebabkan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi pada seseorang. Asam empedu sekunder dapat merusak sel dalam saluran pencernaan. Jika kita dapat mengurangi asam empedu sekunder di usus, itu juga dapat membantu kesehatan,” papar Prof Holscher, dilansir laman Dailymail.
Temuan juga menyiratkan bahwa orang yang makan kacang kenari memiliki kadar bakteri Faecalibacterium, Roseburia, dan Clostridium lebih tinggi dalam usus mereka.