BAK cerita di film televisi (FTV), seorang remaja putri di California, Amerika Serikat (AS), dipotong uang sakunya oleh sang ibu. Remaja bernama Nicolette Gray itu biasa menerima uang saku senilai USD5.000 (setara Rp68,5 juta dengan kurs Rp13.700 per USD) per bulan. Namun, nominal yang diterimanya saat ini hanya USD1.000 (setara Rp13,7 juta) atau dipotong Rp55 juta.
Perempuan berusia 15 tahun itu kesal dan menyebut hidupnya bagaikan ‘petani’ atau ‘orang desa’ karena pemotongan tersebut. Nicolette bersikeras dirinya setidaknya berhak mendapat USD2.500 (setara Rp35 juta) sebulan dari ibunya, Nina.
Baca juga: Sebentar Lagi Sah, Yuk Kepoin Gaya Anissa Aziza dan Raditya Dika saat Pacaran!
“Saya ingin ibu mengerti kalau saya tidak bisa hidup dengan uang USD1.000 per bulan dan saya tumbuh dengan gaya hidup seperti ini. Dia tidak bisa mengambilnya begitu saja dari saya,” ujar Nicolette dalam sebuah acara televisi, melansir dari Daily Mail, Jumat (4/5/2018).
Ia menuduh ibunya tidak pernah melakukan apa-apa karena terlalu sibuk bekerja. Gaya hidup mewah dipraktikkan Nicole yang merasa kehilangan kasih sayang seorang ibu. Segala kebutuhannya memang dipenuhi, tetapi ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama seorang sopir, pengasuh, dan pelatih kebugaran pribadi.
Nina mengakui bahwa dirinya memberikan kartu kredit tanpa limit ketika putrinya masih berusia sangat muda. Nicolette Gray diketahui pernah memakai kartu kredit hingga tagihan bulanan mencapai USD10.000 (setara Rp140 juta) walau punya uang saku USD5.000 per bulan.