MENYANTAP makanan ringan alias mengemil misalnya keripik kentang, kerupuk, atau ciki-cikian di saat-saat sedang bersantai memang jadi kesenangan banyak orang.
Namun tidak dipungkiri, camilan ringan yang selama ini kebanyakan orang konsumsi pada umumnya hadir dengan kandungan Monosodium Glutamat atau lebih dikenal sebagai MSG.
Kehadiran kandungan MSG inilah yang biasanya membuat kita susah untuk berhenti saat mengonsumsi camilan, atau dengan kata lain ketagihan dibuatnya. Kalau belum merasa puas atau kekenyangan ya belum berhenti, begitu istilahnya.
Namun sebenarnya, apakah yang membuat camilan atau makanan ringan dengan MSG di dalamnya ini kerap membuat ketagihan? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya kepada dr.Dian Permatasari, M. Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi.
“Kenapa bikin nagih? Ya karena MSG itu kan fungsinya memang sebagai penguat rasa, rasa gurih ya jadi orang akan terasa lebih enak saat memakan camilan tersebut. Namun ya bukan semata-semata hanya karena ada MSG nya saja, tapi kan ada penguat rasa yang lain di camilan itu,” ungkap dr. Dian saat dihubungi via sambungan telefon baru-baru ini.
Selama ini MSG selalu dikaitkan dengan bahayanya untuk kesehatan, nah sekiranya apakah efek negatif yang bisa ditimbulkan jika MSG yang salah satunya biasa dikonsumsi melalui makanan ringan ini dikonsumsi dengan berlebihan dan dalam intensitas yang sering alias dikonsumsi terus menerus?