“Seorang lelaki pucat dan tinggi jatuh ke dalam ruang bawah tanah setelah peluru pertama serangan malam hari mulai berhamburan, ketakutan dan kemarahan bersinar di matanya. Saat itu dia terlihat sangat tinggi karena dia sangat kurus. Kumisnya penuh, yang harus dipotong kemudian karena masker gas baru, menutupi celah mulut jeleknya," cerita Frey di esai terbarunya.
Stefan Ernsting, yang menulis biografi baru, menemukan esai Frey di arsip-arsip yang ditemukan di kota Marbach, Jerman.
Penyingkapan Frey terbukti mengecewakan bagi banyak sejarawan dan memberikan tantangan substansial pertama terhadap kebijaksanaan yang diterima tentang masalah ini. Sebelumnya sebagian besar mengatakan bahwa kumis Hitler hanya mengikuti mode pada saat itu.
Ironisnya, perubahan pada kumis yang dikenakan Hitler agar pas dengan respirator Jerman tidak menyelamatkannya dari kejadian yang parah secara sementara pada saat serangan Inggris pada 1918.
(Baca Juga: Baju Berusia Lebih dari Seribu Tahun Dihargai Nyaris Rp10 M, Seperti Ini Wujudnya)
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.