"Arab Fashion Week di Riyadh, untuk pertama kalinya ini akan lebih dari sekedar world-class event. Ini menunjukkan bahwa kami percaya sektor fesyen akan memimpin sektor ekonomi lainnya, seperti sektor wisata, hospitality, travel dan juga perdagangan," ujar Layla di Arab Fashion Council, saat mengumumkan proyek Arab Fashion Week kala itu.
(Baca Juga: Pernah Ditinggal Nikah, Para Artis Ini Buka Hati Kembali untuk Mantan)
Sebagai tambahan, acara pekan mode ini sebetulnya sudah mengalami penundaan sebanyak dua kali, di mana pihak penyelenggara berhadapan dengan masalah soal visa dan juga lokasi acara. Namun, menurut laporan New York Times, ada beberapa pengamat yang menilai bahwa penundaan ini datang dari beberapa pihak pemerintahan yang cenderung lebih konservatif bertentangan dengan beberapa anggota keluarga kerajaan Saudi Arabia yang lebih mendukung untuk membawa fashion catwalk masuk ke dalam salah satu negara paling konservatif di dunia.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.