Psikolog Sosial Robert Zajonc mengungkapkan alasan ilmiah selanjutnya tentang mengapa pasangan yang berjodoh dianggap mirip. Menurut dia, tindakan emosi atau reaksi sangat mempengaruhi kemiripan pasangan. Misalnya, saat pasangan tertawa atau sedih, pasti ada empati yang muncul. Bahkan, menurut Zajonc, emosi yang dirasakan setiap hari bersama pasangan, bisa menciptakan kemiripan yang tak disangka-sangka.
Sengaja mencari pasangan yang mirip
Karena percaya dengan istilah jodoh itu mirip, tanpa disadari seseorang mencari pasangan penuh dengan kemiripan. Tidak hanya dari wajah, tetapi juga dari sikap dan karakternya. Mereka menganggap bahwa mencari pasangan yang mirip, bisa klop segala-galanya.
Meniru sikap pasangannya
Pasangan baru selalu saling beradaptasi agar bisa nyaman beraktivitas bersama. Inilah yang membuat orang lain melihat bahwa pasangan itu dianggap berjodoh untuk menikah. Apalagi kalau melihat mereka terus bersama setiap hari, yang membuat Anda sulit membedakan kemiripan yang dimiliki.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.