Kemudian yang kedua ialah label, yang mana maksudnya ialah membaca informasi soal produk yang tertera pada label kemasan makanan tersebut. Informasi soal produk yang harus dibaca ini, bukan hanya soal paparan nilai gizi yang terkandung dalam produk tersebut, tetapi juga bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalam makanan kemasan ini, seperti apa kualitasnya, atau misalnya jenis pengawet atau jenis pewarna yang dipakai.
Dengan ini, jika memiliki masalah terhadap pengawet dan pewarna makanan tertentu masalah-masalah yang tidak inginkan bisa dihindari. Serta juga jangan lupa untuk memperhatikan hitungan serving atau penyajian per kontainer nya. Disebutkan, untuk jangan absen untuk memperhatikan jumlah lemak yang ada di dalamnya, jika lemaknya lebih dari 50 disarankan untuk sebaiknya tidak menyantap makanan kemasan tersebut. Sama halnya jika lemak yang terkandung di dalamnya adalah lemak jenuh.
Hal ketiga yang dilakukan ialah dengan memperhatikan izin, pastikan makanan kemasan yang dipilih dan hendak dimakan ini sudah memiliki izin edar dari pihak yang berwenang. Terakhir, ialah soal kadaluarsa. Jangan sampai lupa untuk memeriksa masa kadaluarsa makanan kemasan tersebut.
Jangan merasa jemawa dan terlalu percaya diri walaupun makanan-makanan kemasan ini Anda beli di sebuah supermarket besar di pusat perbelanjaan mewah, di mana pun Anda membelinya, tidak pernah salah untuk selalu perhatikan batas tanggal kadaluarsa produk, apalagi jika makanan kemasan ini tidak langsung dikonsumsi atau dengan kata lain Anda ingin menyimpannya selama beberapa waktu terlebih dahulu. Demikian seperti dihimpun Okezone, Sabtu (7/4/2018).
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.