Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lukisan Langka Hendra Gunawan 'My Life My Story' Bercerita Kisah Kelam Dibalik Dinding Penjara'

Renny Sundayani , Jurnalis-Rabu, 28 Maret 2018 |21:17 WIB
Lukisan Langka Hendra Gunawan 'My Life My Story' Bercerita Kisah Kelam Dibalik Dinding Penjara'
Lukisan Hendra Gunawan (Foto: Istimewa)
A
A
A

LUKISAN karya pelukis Indonesia tak kalah hebat dari ciptaan seniman mancanegara. Lukisan karya anak bangsa banyak yang sudah keluar-masuk Balai Lelang internasional maupun berhasil memecahkan rekor termahal. Salah satunya adalah karya lukis Hendra Gunawan di mana, karyanya akan diikuti lelang 33 Auction di Hotel Shangri-La 15 April mendatang.

Lukisan langka yang diberi judul "My Life My Story" ini memang berbeda dari karya-karya lainnya. Pasalnya, sejarah lahirnya lukisan itu berasal dari kisah kelam hidup sang pelukis yang sempat merasakan dinginnya dinding penjara.

Seniman yang wafat pada 17 Juli 1983 dan terkenal karena coretan khas figuratifnya itu, melukis sosok dirinya sedang ditemani seekor anjing. Dalam lukisan bernuansa politis itu, secara sarkasme Hendra menyinggung penguasa saat itu.

"Digambar itu, Hendra mau bicara, jika ingin selamat (di masa dia hidup) pandai-pandailah menjilat. Ini adalah satu-satunya karya Hendra yang kami lelang. Karya ini sangat langka," jelas Specialist 33 Auction David Fu yang ditemui di Kawasan Brawijaya, Jaksel, kemarin.

Dia menjelaskan, provenance (asal) lukisan Hendra bisa ditelusuri untuk memastikan keasliannya. Bahkan, bagi pemenang lelang, lanjut dia, bisa mendapatkan karya lukis sekaligus dua lembar foto arsip yang dimiliki kolektor. 

"Jadi asal-usul lukisan ini jelas. Dari kolektor asal Surabaya yang juga sahabat baik Hendra," urainya.

Maka itu, menurutnya, lukisan tersebut benar benar memenuhi kriteria untuk layak disebut karya masterpiece dari sang maestro. "Suatu kesempatan yang langka dan jangan sampai dilewatkan oleh para kolektor lukisan. Khususnya kolektor Hendra," imbuhnya.

David juga mengatakan, pentingnya lelang kali ini. "Jika kolektor dan pecinta seni melewatkan kesempatan ini, entah kapan lukisan Hendra dengan kualitas sekaliber ini akan muncul kembali dalam dunia lelang," yakinnya.

Selain lukisan langka karya Hendra Gunawan, juga ada sejumlah karya seni maestro lukis lainnya. "Kami punya enam lukisan AD Pirous, empat lukisan Srihadi Soedarsono, dan beberapa lukisan karya Lee Man Fong," jelas David lagi.

Dia menambahkan, lukisan unggulan lainnya dalam lelang nanti kemungkinan adalah sejumlah karya seniman lukis AD Pirous. Kenapa?

"Ya, karya AD Pirous ini unik dan indah. Kekhasannya ada pada teknik kaligrafi dan tipografi. Ada pesan spiritualitas, religius, sekaligus misterius dalam karya-karyanya," ulasnya tentang seniman Bandung kelahiran Aceh itu.

AD Pirous sendiri pernah mengatakan, dia seringkali tergoda mengangkat persoalan biasa, seperti religius, sosial, bahkan politik sebagai ide lukisannya. Untuk karya AD Pirous dua diantaranya berasal dari kolektor lama dan tersohor dari keluarga A Papadimitrio.

Karya lukis lain yang akan dilelang juga lukisan yang tak biasa. Kebanyakan karya seni maestro lukis yang pernah berjaya di era Bung Karno. Diantaranya, Umi Dachlan, Basuki Abdullah, Affandi, Rustam Aji, H Widayat, dan Arie Smith. 

Melalui lelang ini, pihaknya berharap bisa mengangkat kehormatan maestro lukis legendaris Indonesia. Sekaligus, membangun kepercayaan diri seniman-seniman lokal lainnya untuk berkarya dan kelak hasil karya mereka bisa dihargai mahal di balai lelang seni internasional.

"Saya masih yakin, hasil lelang nanti bisa memecahkan rekor dunia. Karena di beberapa kegiatan lelang kami, sejumlah karya maestro lukis Indonesia selalu dihargai mahal. Seperti Abdul Aziz, Lee Man Fong, Theo Meier, dan Sonega," pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement