Dia mengaku, meminta izin kepada leluhur dan para senior serta pemangku adat untuk ikut serta terlibat aktif mengangkat harkat dan martabat keagungan musik tradisional Indonesia.
Dia mengatakan menjaga harkat dan martabat tersebut sangat diperlukan agar keagungan musik tradisional ketika ditampilkan di pentas internasional, tidak hanya menjadi pelengkap atau penghias atau estetika dari simbol musik barat.
"Bukan hanya itu, tapi bagaimana agar musik tradisional, khususnya musik Dayak di Kalteng ini dapat memiliki nilai ekonomi," kata Dwiki.
Maestro Piano Indonesia ini bersama Namue'i Ensamble atau Aat tampil serta berkolaborasi dengan musisi tradisional Kalimantan Tengah di Palangka Raya sebagai upaya membuktikan bahwa musik Dayak sangat layak mendunia.
Kehadiran dia di Palangka Raya selain tampil menggunakan alat musik tradisional Dayak berupa kecapi dan gendang serta salung juga mendorong pemuda semakin mencintai sekaligus memahami teknik menyuguhkan musik Dayak berstandar dunia.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.